Berbisnis Di Tengah Pandemi, Untung Atau Merugi

 Berbisnis di Tengah Pandemi, Untung atau Merugi???

Berbisnis tak selamanya mudah seperti apa yang ada di imajinasi setiap insan manusia. Ada kalanya terjadi pasang surut dalam berbisnis apalagi ditengah pandemi virus corona yang hampir satu tahun menerjang negara di seluruh dunia. Berbisnis ditengah pandemi memang susah-susah gampang dijalani apalagi untuk para pebisnis pemula yang baru saja ingin memulai memasarkan jenis usahanya.

Merugi adalah hal biasa yang sering ditimpa oleh para pelaku usaha. Kita tahu, Pada masa pandemi virus corona memang terjadi kemerosotan ekonomi hingga 70% karena banyaknya perusahaan kecil dan menengah yang tercatat pada pasar modal berstatus insolvent atau bangkrut secara mendadak. Hal ini dibuktikan pada jumlah kasus lonjakan PHK massal yang terjadi pada akhir juli lalu sehingga pengangguran di indonesia hampir mencapai angka 7 juta populasi.

Dari hal tersebut, berbisnis di tengah pandemi sepertinya harus dipikirkan secara matang. Berbisnis ditengah pandemi juga tidak semudah membalikkan telapak tangan dan tidak selalu mendapat untung seperti kondisi normal. Agar tak merugi, para pelaku usaha harus bergerak cepat dengan mengetahui pemanfaatan strategi 3C dalam berbisnis di tengah pandemi yaitu :

1. Cara jitu memasarkan bisnis melalui online marketing.

Berbisnis ditengah pandemi sangat perlu strategi jitu untuk memasarkan bisnis melalui online marketing. Online marketing meliputi : Facebok ADS, IG ADS, Google ADS, Email Marketing, WhatsApp Marketing, Telegram Marketing dan masih banyak lainnya.

Jika pada keadaan normal, setiap pelaku usaha pasti memiliki sales promotion girl/boy dan biasa kita kenal dengan sebutan SPG/SPB. Tetapi pada masa pandemi ini, semua posisi itu tidak lagi diperlukan. Para pelaku usaha harus memanfaatkan semaksimal mungkin penggunaan sosial media untuk target pemasaran yang efektif guna memasarkan produk agar lebih dikenal luas.

2. Cara meminimalisir kerugian akibat pandemi.

Sulitnya berbisnis ditengah pandemi, kamu juga harus mempersiapkan strategi kedua yaitu " Cara meminimalisir kerugian akibat pandemi". Hal penting yang harus kamu lakukan adalah dengan cara mengurangi stok produk kamu dan merubah dana anggaran stok menjadi dana anggaran untuk promosi online.

Tujuannya selain untuk meminimalisir kerugian, cara ini efektif ampuh untuk menjangkau calon pembeli agar semakin luas. Selain itu, para pelaku usaha juga perlu memperluas relasi untuk saling bertukar pikiran maupun mengevaluasi bisnis masing-masing agar menjadi kerjasama yang menguntungkan.

3. Cara mempertahankan bisnis ditengah pandemi yang kian mengkhawatirkan.

Terakhir, Kamu juga perlu mempertahankan bisnis kamu agar tak masuk ke dalam jurang resesi yang menyebabkan bisnis kamu bangkrut. Berkurangnya nilai jual pasar hingga 68% membuat banyak pebisnis yang gulung tikar. Salah satu cara agar bisnis tetap bertahan ditengah pandemi adalah mengurangi harga jual dengan sistem potongan harga setidaknya 10 persen.


Dengan ini, kamu tidak perlu takut mengalami kerugian akibat pemotongan harga jual. Cara ini justru dirasa tepat agar bisnis kamu bisa bertahan dimasa pandemi dan para pelanggan pun tidak diberatkan dengan harga awal yang kamu berikan.


Setelah strategi yang telah dijelaskan, Maka kamu tak perlu takut untuk berbisnis ditengah pandemi. Untung atau Merugi dalam sebuah bisnis adalah hal biasa apalagi ditengah pandemi virus corona. Jadi para pelaku usaha juga tak perlu risau untuk tetap berjualan ditengah pandemi. Manfaatkan juga semua peluang yang ada sekecil apapun itu. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi pembaca.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel