Puisi - Maafkan Aku

 Maafkan Aku

Kali ini Karin tidak akan tinggal diam, Karin memutuskan untuk menemui Radhi secara langsung. Ia tidak ingin persabahatan mereka hancur karena kesalahpahaman ini. Lima hari yang lalu adalah hari yang special untuk Radhi, dihari itu usianya akan genap 15 tahun. Malam sebelum hari istimewa itu datang, ia sempat menelpon Karin, sahabatnya. 

“Datang yah Rin, inget loh jangan sampai ga bawa hadiah. Awas aja kalau sampai kamu ga datang” ucap radhi dari seberang telpon dengan nada Bahagia yang tidak dapat disembunyikannya. Besok Radhi akan merayakan ulang tahunnya, walaupun bukan acara yang meriah. Ia berniat untuk mengundang orang-orang terdekat saja untuk ikut berbagi Bahagia. 

“Bahagia banget yang ulang tahun, tenang aja nanti aku bawain hadiah yang super special untuk sahabat terbaik aku” Karin tidak kalah senangnya, ia juga serta merasakan euphoria yang dirasakan oleh Radhi. Karin sudah mempersiapkan dengan matang surprise untuk sahabatnya itu. 

Komunikasi via telpon pun terputus saat jam menunjukan pukul 11, keduanya memutuskan untuk segera tidur agar besok tidak terlihat lelah. Sayangnya apa yang sudah direncanakan oleh Karin tidak berjalan dengan baik, ia malah membuat pesta ulang tahun Radhi berubah kacau. 

Sejak hari itu Radhi pun memutuskan untuk tidak menghubungi Karin lagi. Ia sangat sedih dan kesal atas kekacauan yang dibuat Karin. 

Lima belas menit menjelang perayaan ulang tahun digelar, Radhi terlihat gelisah karena sahabatnya belum juga datang. Padahl ia sudah janji untuk datang lebih cepat. Karin bahkan tidak mengangkat telponnya sama sekali. 

“Mah, kok Karin belum datang ya mah?” Radhi mengeluhkan isi hatinya pada sang ibu yang sedari tadi sibuk mempersiapkan tumpeng.

“Mungkin bentar lagi datang nak, tunggu aja. Karin juga udah janji sama kamu bakal datang” Ibu Radhi mencoba untuk meredakan kecemasan anaknya. 

Sampai acara ulang tahun berakhir Radhi tidak juga melihat Karin. Ia sangat kecewa dengan Karin yang tidak mempedulikannya. Ditempat lain Karin sedang menangis sambil mengobati luka memar pada kakinya akibat tabrak lari saat ia menuju rumah Karin. Ia juga kehilangan dompet dan handphonenya saat orang-orang membantu Karin dari kecelakaan. 

Karin akhirnya memutuskan untuk kembali kerumah dengan membawa kembali hadiah ulang tahun Radhi. Ia berjanji akan menjelaskan semuanya pada Radhi saat disekolah. Hal tersebut ternyata tidak mudah untuk Karin karena Radhi yang selalu menghindarinya.

Hari ini kondisi kakinya sudah tidak begitu sakit, ia memutuskan untuk kerumah Radhi hari ini dan menjelaskan semuanya. 

“Selamat siang Tante Ria, Radhi ada tante?” Karin menyapa mama Radhi yang sedang menyiram tanaman didepan rumah. 

“Nak Karin, ada tuh didalam. Masuk aja nak” Mama radhi mempersilakan Karin untuk masuk. 

Radhi yang kebetulan sedang mengambil minum kedaput melihat Karin masuk kerumahnya. Mereka berpapasan dan salling menatap.

“Radhi, aku minta maaf ya karena udah bikin kamu sedih dihari lang tahun kamu. Tapi aku kecelakaan saat menuju kesini. Handphone sama dompet aku hilang, jadi aku memutuskan untuk pulang. Ini hadiah untuk kamu, aku pamit” Karin menjelaskan semuanya dengan singkat sebelum Radhi memutuskan menghindarinya lagi.

“Bagian mana kamu yang terluka?” Radhi mendekati Karin dengan panik setelah mendengar apa yang sebenarnya terjadi. Ia sangat merasa bersalah karena udah salah menilai Karin. 

“Kamu udah ga marah kan?” Karin bukannya menjawab pertanyaan Radhi malah memeluk erat sahabatnya tersebut. Ia benar-benar tidak sanggup jika sampai kehilangan teman seperti radhi. 


Puisi puisi pendek

Puisi hari ini

Puisi merdeka 

Puisi kemerdekaan

Puisi Cinta


Iklan Atas Artikel

Ikuti

Ikuti

ChatBot

Iklan Bawah Artikel

loading...