Pendidikan Online - Puisi

PENDIDIKAN ONLINE - PUISI

1//

Dua ribu dua puluh
Nusantara menadah ketakutan
Pada sejenis corona
Yang mendeklarasi 
Sebagai penyakit global

Dua ribu dua puluh
Masker mendadak
Menjadi konsumsi setiap insan
Menjaga tubuh berjalan hidup

Dua ribu dua puluh
Karantina berlaku tiap penjuru
Jalan raya mendekam sepi
Ibadah-ibadah tertutup
Dari kehadiran umat religi

Dua ribu dua puluh
Embun segar menerpa sanubari
Kebijakan baru diterapkan berlaku
Dalam sebutan new normal
Yang sedikit melonggarkan
Aktivitas yang berjalan

Namun

Dibalik semuanya
Ada sedikit celah yang menganga
Yang memaksa diri
Menggeleng-geleng kepala kebingungan

Perihal,
Pasar yang terbuka
Tak seragam
Dengan situasi sekolah
Yang berjalan dalam
Sebuah jaringan online

2//

Pendidikan online
Kebijakan belunder
Yang memaksa akademik
Berjalan timpang

Pendidikan online
Kacamata putusan kota
Yang tak memadai
Di lapangan desa

Pendidikan online
Anak desa menderu cemas
Dalam ambang hitungan patah sekolah
Perihal, jemari orang tua
Tak mampu membelikan
Perangkat android

Pendidikan online
Ilmu ajaran tersesat di pelupuk rimba desa
Memaksa pelajar mendaki gunung
Menemukan satu titik sinyal

Pendidikan online
Pengajaran mencetak linglung paradigma
Lantaran suruhan pendidik
Menjabarkan bahasa yang kurang bersahabat
Di nalar memaknai si pelajar

3//

Di tepi tebing kegelisahan
Yang menjalari sendi-sendi nafas kehidupan
Memunculkan tanya 
Dari seribu artikulasi pelosok pelajar

Ayah ibu
Kayanya kita Pancasila
Yang berisi silam kelima
Tapi mengapa
Sekolahku dijadikan beda
Dengan keramaian yang lain

Ayah ibu
Kata media
Kita wajib menggunakan masker
Tapi mengapa
Itu hanya berlaku bagi kita
Yang menduduki kasta bawah
Perihal, banyak kejadian yang menghampiri mataku
Melihat bebasnya pejabat
Bertemu tanpa menerapkan prinsip
Yang telah disepakati

Ayah ibu
Katanya pemerintah
Pendidikan online
Merupakan langkah yang tepat
Memutuskan rantai penyebaran
Tapi mengapa bagiku ini hanyalah sebatas sandiwara

Perihal, aku sering mendengar para politisi
Lebih asyik merancang pertemuan omnibus
Bersanding persetujuan kontrak karya
Investor pertambangan

4//

Dari dinding sekolah yang menua
Terlihat air mata pendidik berjatuhan
Mencabik-cabik seragam pengajar

Siswa-siswi ku
Rasanya aku telah mendekati kegagalan
Sebagai ujung tombak yang merawat kalian
Sesuai dengan undang-undang empat lima

Siswa-siswi
Ratapan kalian adalah ratapan ku
Yang berada di ranah terpencil
Perihal, segala materi yang telah tersusun
Melewati online
Yang mungkin tak bisa diterima
Oleh nalar pemahaman kalian

Siswa-siswi ku
Aku hanya bisa mengucapkan maaf
Lantaran aku tak bisa menentang pemerintah
Yang mengucilkan kita
Untuk tak berjalan sesuai
Dengan kurikulum yang diterapkan

5//

Pendidikan online
Si kaya makin berkuasa
Si miskin makin tercekik

Pendidikan online
Aturan penetapan
Berat sebelah
Tanpa menghitung alam desa

Pendidikan online
Siswa-siswi kebingungan
Guru-guru kelalaian
Pejabat pangku kaki
Proyek konspirasi tamak
Lancar jalan

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel