Puisi Terbaru ( Senja Dan Kamu)

SENJA DAN KAMU

1. Senja merambat di lorong waktu Tuan Putri, engkau memanjat di ingatanku, sebagai rindu sebagai segala yang kusebut seluruhku. Kau biarkan aku menatapmu sampai senja, lekuk tubuhmu manja, dan cinta semakin remaja.

Puan, sadarkah kau telah tumbuh di jantungku, hingga terhuyung raga ini menantimu tuk singgah berharap hati ini dapat merekah sejenak? Senja ini aku bersiap, raga manis berdandan, kau duduk mengamit puisi, bersiap mengajakku jalan menuju malam.

2. Tuan Putri, saat gerimis tiba di beranda senja, sepasang rindu kita tersedu dan langit pun semakin jingga. Tak ada senja yang tak rasa kamu. Setiap senja selalu rasa rindu, harap temu, perihal kamu.

Kamu lah si dandelion itu, dan aku angin yang menerbangkan, hingga seluruh senyap dipeluk keindahan. Sejak itu, akan ada ribuan puisi bahagia yang terlahir dari rahim senja.


3. Tuan Putri, Ibuku butuh teman bicara. Semua tetangga menyarankan agar Ia segera meminang anak menantu, seorang gadis yang seumuran denganku. Kamu?

Selain cinta di dada dan membahagiakan orang tua, adakah kebahagiaan yang dapat kita reguk melebihi batas itu, Puan?

4. Tuan Putri, rinduku terpendam sekian lama, ke mana saja engkau selama ini? Peluk dan kecup segala kedinginanku. Karena pada senja kesekian tanpamu, aku masih sama; lelaki yang lupa cara berbahagia.

Jadi, mari kita tuang senja ke dalam cangkir kenangan, menyesapnya lembut, menikmatinya dengan ketabahan rasa paling dalam, penuh kebahagiaan.

5. Tuan Putri, tetaplah di sini. Agar bisa kuabadikan semua cinta di seluruh ruas dada dan biarkan selaksa bahagia tumpah di dalamnya. Karena senja ini hanya sebentar; pada tiap adegannya, kamu lah pemeran utamanya.

Kelak, saat matahari benar benar tenggelam, pada senja kita. Aku dan kamu selalu bersama. Menikmati senja dalam jingga yang memerah. Hanya aku dan kamu, selamanya.

6. Tuan Putri, letakkan tanganmu di dadaku. Dengarlah, detaknya mengeja namamu. Rindu ini berhenti padamu, setelah kulewati cahaya pagi, dan terangnya siang. Rindu ini berhenti padamu.

Senja adalah kamu yang tak pernah hilang dan terbenam, karena semua sudah kuabadikan. Tersenyum dalam setumpuk ingatan, berputar meski malam akan menjelang.

Puisi Terbaru ( Senja & Kamu)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel