Puisi Malam

" T I R A S "

Malam tanpa bintang sinar tak lagi terang.
Sungai mulai berombak, tak lagi mengalir tenang.
Musim telah berganti, tapi aku masih menepi.
Menyaksikan daun gugur sendiri berteman sepi.

Saat bujuk tak rujukan, tulang punggungku membusuk.
Sedikit demi sedikit, tulang rusuk terus menusuk.
Hati yang berbinar pupus, ikatan telah terputus.
Jalan bahagia berbelok, tak lagi terlihat lurus.

Indah visual mulai jadi hitam putih.
Setiap detik jam dan pekan, pelan pelan ku tertatih.
Ego yang meninggi, menyebabkan rasa perih.
Merelakannya beralih, walau memang itu pedih.

Perlukah.
Ku berkata tidak siap jadi tunggal.
Memohon pada dirinya agar bisa tetap tinggal.
Namun kesan dalam pesan tak punya perasaan.
Juga beban yang membuat diri semakin penasaran.


Jangan lupa Share yaa 😍

Iklan Atas Artikel

Ikuti

Ikuti

Iklan Bawah Artikel