Cerita Pendek Saat Di Sekolah ( Raka Dan Gibran )

Raka dan Gibran
Cerita Pendek 2020

“Kalian bagaimana sih? Masak cuman ngurus acara gini aja gabisa” Seorang pria berpakaian SMA terlihat sedang berdiri ditengah teman-temannya sambil berteriak marah. Ia adalah Gibran, ketua osis SMA Harapan.
Sekolah Gibran saat ini sedang mempersiapkan sebuah acara pentas seni yang akan digelar besok. Ia bersama dengan pengurus OSIS lain pun mempersiapkan acara tersebut dengan matang. Sosok Gibran dikenal sebagai ketua osis yang sulit menerima pendapat teman-temannya yang lain. Hal tersebut membat banyak pengurus OSIS lain menjadi kesal.
Salah satunya saat mempersiapkan acara festival sekolah, salah satu pengurus sudah mengusulkan agar menggunakan tenda pentas sekolah saja alih-alih membuat desain yang rumit. Pasalnya waktu yang tersisa sangat singkat, sehingga pengurus osis lain merasa kesulitan. Terlebih ditengah kesibukan sekolah mereka. 
“Udahlah Gibran, kalau gini cara kerja kamu sebaiknya aku mengundurkan diri aja jadi wakil ketua osis kamu” Raka yang tidak kalah kesalnya pun ikut kesal dengan cara Gibran memimpin mereka. Rapat persiapan pun ricuh karena dipicu oleh kemarahan Gibran yang melihat pentas seni belum selesai.
Teman-teman yang lain pun menyaksikan dengan cemas perseteruan dua orang tersebut. Raka dikenal lebih koperatif dan mudah menerima pendapat rekannya yang lain. Terlebih ia juga biasanya yang membantu untuk mengontrol emosi Gibran. 
“Maksud kamu apa Raka? Mau mangkir dari tanggungjawab kamu ha?” emosi Gibra tersulut saat mendengar ucapan Raka. 
“Yaudah, kamu putuskan aja. Pake tenda pentas sekolah atau acara festival besok kita batalkan saja. Aku siap membantu Humas untuk menginformasikan pembatalan acara. Itu tanggungjawab yang aku gunain Bran. Bukan memaksakan teman-teman kita buat ngelakuin apa yang kamu mau” Raka berusaha untuk bersikap tetap tenang. Jika bukan sahabatnya mungkin dari tadi ia sudah melayangkan bogem kewajah itu. 
“Raka benar Gibran, ga mungkin pentas seni ini selesai dalam semalam. Kasian teman-teman yang lain” Sarah ikut membantu Raka untuk membujuk Gibran. Sarah adalah Sekretaris Umum dalam kepengurusan OSIS. 
“Baiklah. Lakukan apa yang kalian mau, asalkan acara besok tetap berjalan” Gibran pun luluh setelah mendengar omongan dua rekannya. Pengurus OSIS yang lain pun mulai bekerja kembali untuk mengambil tenda pentas dan menghiasnya. 
Gibran ikut membantu memasang tenda bersama yang lainnya, walaupun karakternya keras kepala ia tidak pernah bersikap tidak peduli pada rekan lain. Dua jam setelah menghias pentas, pengurus osis pun mulai mempersiapkan diri untuk pulang. 
Raka melihat Gibran bukannya keruang osis untuk mengambil tas, tapi malah pergi ke taman belakang sekolah seorang diri. Raka mengambil tas Gibran sebelum ruangan tersebut dikunci, ia membawa tas Gibran ke taman belakang untuk diberikan.
“Gib, ini tas kamu mau ditinggal atau gimana?” Raka mengulurkan tas tersebut pada Raka yang terlihat lelah. 
“Maaf ya Ka, aku terlalu egois sampai bikin teman-teman yang lain kesulitan ya?” Gibran ternyata merasa bersalah dan instropeksi diri, apalagi setelah mendengar ucapan Raka tadi.
“Kamu mikirin ucapan aku tadi ya? Tenang aja, teman-teman yang lain ngerti kok. Gib, aku ini bukan cuman rekan kamu tapi juga seorang teman. Seorang teman harus mengingatkan temannya bukan?” Raka menepuk pelan pundak Raka sebagai bentuk semangat darinya.
Gibran berdiri dan merangkul singkat Raka sambil tersenyum hangat. Ia merasa sangat beruntung karena diberikan teman yang baik dan mau untuk mengingatkannya. Mereka pun berjalan pulang sambil sedikit bergurau. 

 Cerita pendek Terbaru
Cerita pendek saat sekolah
Cerita 2020
Cerita Cinta
Cerita Remaja

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel