Surat Seorang Jelata Untuk Presidennya

" SURAT SEORANG JELATA UNTUK PRESIDENNYA "


Kepada yth
Pak Jokowi di Istana.

Apa kabar, Pak?
Moga baik, sehat, dan fokus pada upaya menyelamatkan rakyat dari ancaman Corona dengan melupakan ibu kota baru.

Tadi saya nyimak pidato Bapak di tipi. Duh seneng, Pak, denger listrik gratis buat yang 450 VA dan diskon separuh buat 900 VA. Lumayan untuk 3 bulan ke depan.

Tentu kami berterima kasih, Pak. Ini sangat berarti dan kami apresiasi. Pastinya bukan pengantar April Mop hehe.. guyon Pak. Kami sudah catat, dan nunggu pelaksanaan kongkretnya. Meskipun ada ganjelan sedikit Pak, banyak yang bertanya-tanya kalo yang pake token gimana teknis gratis dan diskonnya.

Tapi baiklah. Itu kabar gembira buat kami rakyat jelata. Jangan nge-prank rakyat lagi ya Pak, seperti penangguhan kredit motor dan UKM yang kemudian diklarifikasi jubir bapak, Om Padjul, hanya bagi pasien positif covid 19. Jangan sampe nanti gratis listrik Om Padjul bilang, hanya untuk yang pernah kesetrum hehe. Maaf becanda, Pak 🙈.

Pak Jokowi yang budiman 😊😊

Saya salah seorang di antara jelata anak negeri ini, kadang suka heran dan bingung. Kadang jengkel juga pada keadaan, sama seperti bapak dalam beberapa kesempatan juga suka heran, bingung, dan jengkel.

Gini Pak.. kan kemarin tersiar di tipi, media online, medsos, Bapak menyesalkan warga mudik dini dari daerah wabah. Bapak mengeluh warga Jakarta banyak yang pulkam. Bapak mencemaskan penyebaran Covid 19 potensial kian masif dengan mengalirnya penduduk dari wilayah wabah ke kampung halaman. Para kepala daerah juga cemas, pak. Apalagi rakyat di pedesaan yang selama ini tenteram, adem ayem, sekarang gelisah.

Namun di sisi lain pemerintahan bapak malah membatalkan penghentian layanan transportasi ke luar masuk Jakarta yang sudah diputuskan gubernurnya. Beralasan dampak ekonominya belum dikaji. Itu kan paradoks, Pak. Kontradiktif gitu. Masa' keselamatan rakyat kalah prioritas dari ekonomi.

Saya sih ngga ngerti rumus-rumus ekonomi. Namanya juga jelata Pak. Cuma yakin, kalau ekonomi memburuk, pasti ada caranya untuk memperbaiki. Kalau ekonomi nyungsep, tentu ada caranya meroketkan kembali. Tapi kalo rakyat pada mati, kan ngga bisa dihidupkan kembali Pak .

Pak Jokowi yang bijak, semoga tetap bijak untuk semua, bukan bijak buat yang sana tapi tak bijak buat yang sini.

Saya suka Bapak dalam pidato tadi udah ngga nyinggung lagi Darurat Sipil yang kontroversial. Tapi menetapkan Darurat Kesehatan Masyarakat dengan melaksanakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Moga-moga Darurat Sipil udah ngga Bapak pikirin lagi.

Pak Jokowi yang baik, dan semoga tetap dalam keadaan baik, ngga stres.
Cukup kami saja Pak, rakyat yang stres. Bapak jangan. Orang stres kan pikirannya ngga jernih, tapi butek. Bagaimana bapak dapat mengeluarkan kebijakan untuk keselamatan rakyat kalau sedang stres. Tentunya keputusan Bapak bakal kurang beres.

Demikianlah, Pak. Maaf kalau ada kata-kata yang kurang berkenan. Salah kata salah tulis salah ucap. Rakyat gpp kan Pak, salah ngomong. Ga berdampak apa-apa kalau rakyat jelata salah ucap. Tapi kalau Bapak, dan para pejabat yang salah ucap, dampaknya banyak.

Oya Pak, tambahan sedikit. Dalam situasi darurat Corona ini, saya kadang membayangkan Bapak bersinergi dengan Pak Anies. Saling berkolaborasi, saling isi, saling melengkapi, untuk meredam Covid 19.

Rakyat pasti gembira kalau tercipta sinergitas. Tentunya bakal menyatukan rakyat di bawah yang telah terfragmentasi dalam kubu-kubu unfaedah. Kohesi sosial bisa pulih. Yang retak bisa terekat kembali. Adapun kompetisi politik, biarlah berjalan lebih alami agar tak mengganggu harmoni.

Gak apa apa kan ya Pak kalo saya bilang saya ngefans sama Pak Anies. Saya percaya pada kecerdasan dan kesungguh-sungguhan belio untuk mengatasi Covid 19 secara cepat, tepat, yang semua ikhtiar solusinya untuk maslahat bersama.

Terakhir, Pak.. beteweh, sempat ga terlintas di benak bapak untuk mundur menghadapi keadaan luar biasa seperti sekarang. Kepo saya. Maaf ya pak kalau pertanyaan seperti itu kurang sopan 🙏..

Selamat bekerja Ya Pak Semoga Sehat selalu.

Iklan Atas Artikel

Ikuti

Ikuti

Iklan Bawah Artikel