Puisi Terbaru 2020 ( Prajurit Tak Berkasta)

 Prajurit Tak Berkasta~


Ku lepas penat sore ini sembari mengulas luka dalam lara
Aku berlari-lari melangkahi si jingga dengan perjuangan menang dalam sayembara

Bagi diri ini bayangannya selalu mengitari, berotasi mengelilingi sebuah penjara kearah samudra raya
Sebab disana adalah tempat untuk para kawanan penderita Lara berada

Termasuk diriku; Kastaku, Ragaku, pula Hatiku
Darahku pun sungguh menggigil setelah dirinya mendiagnosa seluruhku
Sebagai penolakan terhadapku yang kian kehilangan ambisi lalu membatu

Sekarang aku mengerti, perihal perang cinta rupanya bukanlah keahlianku
Ketakutan akan kehilangan jauh lebih sangat menyiksaku
Tetapi kematian diriku hanya sebagai sebuah debu yang bertabur ke hulu
Berlalu-lalu hingga akhir dari waktu dini telah berganti dengan era yang baru

Disini, di sepanjang sore aku berdiri dengan semesta adalah saksi
Diriku memaki, meneriaki, dan membenci diriku sendiri

Kenyataan yang tak pernah aku mengerti adalah mengapa hatiku telah jatuh terlalu dalam terhadapnya

Akhirnya dibawah langit jingga ini aku sadar, bahwa semua bukanlah kesalahan
Melainkan hanyalah sebuah ambisi untuk mendapatkan

Lantas, dibawah langit jingga di sore hari ini
Berdiriku dengan menatap semesta adalah sebuah peringatan
Dengan menjadikan ini adalah sebuah awal untuk mengakhiri
Dan aku mengungkap bahwa dirinya sungguh menyiksaku dengan kelaparan akan hati

Jadi ini kisah diriku;
Seorang prajurit yang telah kalah dalam sayembara
Berjuang dalam perang hanya demi seorang wanita semata
Kemudian tinggal di penjara dengan para kawanan penderita Lara berada
Dan hidup yang sangat mengenaskan karena tidak memiliki kasta.

Puisi Terbaru 2020

Iklan Atas Artikel

Ikuti

Ikuti

Iklan Bawah Artikel