Puisi Rindu ( 2020 )

Puisi Rindu Terbaru

Bagaimana caraku menghilangkan bayangan bidang punggungmu?

Tempat favoritku untuk menyandarkan diri dan serasa mendapat perlindungan.

Bagaimana caraku menghilangkan rasa erat genggaman tanganmu?

Tempat aku mendapatkan kekuatan dan keyakinan akan sebuah cinta yang tak terkatakan.

Hidup terkadang sebegitu rumitnya. Hanya untuk sekadar mengatakan aku mencintaimu, tak sekalipun ingin kuucapkan.

Aku, kita, memilih hanya diam dan merasakan semua rasa ini.

Menikmati.

Untuk apa sebuah ikatan kalau ini semua sudah cukup untuk kita. Cukup untuk sekarang.

Bagiku, pelukanmu adalah tempatku pulang. Menangis dalam dekapanmu melahirkan lega yang luar biasa.

Anehnya kau akan selalu menertawakanku sesudah tangisanku reda, kau bilang kali ini bukan pipiku yang merona tapi hidungku. Kemudian kau akan memutar Dira Sugandi atau Syaharani. Kita menikmati suara mereka seperti saat di Java Jazz festival.

Kau orang yang paling mengenal aku dengan luar biasa. Tak hanya sifatku namun kau pun tau bagaimana mukaku saat bangun tidur. Kau selalu mengingat saat kita menjalani sesi sikat gigi bersama.

Oh ya, aku selalu mengingat pujianmu bahwa aku bukan wanita lembut dan perasa. Apalagi sensitif dan mudah hancur bagai kue yang mudah remuk. Aku kuat.

Di matamu aku luar biasa. Katamu.

Tapi aku tetap wanita. Yang mudah mengingat remeh temeh dan serpihan romantisme. Yang bisa membuatku tersipu tiap kali mengingatnya.

Aku selalu mengingat sebuah janji tulus untuk memberiku bunga matahari dan gaun kuning di hari kau menikahiku.

Malam ini, aku sudah menghabiskan separuh hari merindukanmu.

Puisi Rindu Terbaru..

Iklan Atas Artikel

Ikuti

Ikuti

Iklan Bawah Artikel